Centralberitanews1.com
Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) menyoroti keras aktivitas organisasi AP2 yang dinilai kembali berulah dengan melakukan serangan personal terhadap RB, Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara. Serangan tersebut, menurut GPMI, tidak lagi berbentuk kritik kebijakan, melainkan sudah mengarah pada penghinaan pribadi melalui kata-kata kasar hingga pembuatan flyer yang dinilai tidak senonoh.
Ketua GPMI, Andrinto, menegaskan bahwa tindakan AP2 tersebut sama sekali tidak mencerminkan karakter organisasi yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
“Secara filosofis, kritik lahir dari kesadaran intelektual dan pemahaman fundamental atas persoalan antara sipil dan pemerintah. Tapi yang dilakukan AP2 justru menyerang secara pribadi, tanpa data, tanpa hasil temuan atau investigasi. Mereka tidak pernah menjelaskan apa kekurangan kinerja RB, berapa anggaran yang bermasalah, atau apa yang dikorupsi. Semua orang jadi bingung, apa sebenarnya yang dituduhkan. Ini menimbulkan dugaan adanya kepentingan lain di balik aksi tersebut,” ujar Andrinto.
Ia menegaskan bahwa GPMI tidak pernah melarang aksi demonstrasi, protes, ataupun penyampaian pendapat di muka umum. Namun, setiap aksi harus didasari fakta yang jelas.
“Demo itu sah dan dijamin undang-undang. Tapi harus berbasis data, walaupun sedikit. Kalau sama sekali tanpa fakta, itu sudah menunjukkan ciri organisasi yang tujuannya bukan kepentingan umum, melainkan kepentingan pribadi. Di Sultra, model organisasi seperti ini hampir tidak ada, kecuali AP2,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andrinto juga menyinggung rekam jejak AP2 yang dinilai sarat kontroversi. Ia menyebut sejarah organisasi tersebut tidak patut dijadikan contoh, termasuk latar belakang salah satu pembinanya.
“AP2 ini punya sejarah, tapi sejarahnya sangat tidak pantas dicontoh. Salah satu pembinanya, LHK, pernah masuk penjara karena kasus pembunuhan terhadap seorang mahasiswi yang tengah hamil. Selain itu, mereka sering terlihat akrab dengan pejabat, lalu tiba-tiba melakukan demo. Ini menunjukkan sikap yang tidak konsisten. Awalnya berteman, kemudian menyerang secara personal. Patut diduga ada permintaan yang tidak terpenuhi,” ungkapnya.
Menurut Andrinto, organisasi mahasiswa sejati memiliki arah, tujuan, dan basis massa yang jelas, sebagaimana organisasi seperti GPMI, HMI, LMND, dan PMII.
“Organisasi-organisasi itu punya sejarah perjuangan yang jelas. Berbeda dengan AP2. Kalau diajak diskusi soal demokrasi atau kerakyatan, saya yakin mereka tidak memahami substansinya,” tambahnya.
Terkait langkah hukum, Andrinto memastikan bahwa proses hukum terhadap LHK saat ini sedang berjalan. Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat LHK dijadwalkan menghadap penyidik atas laporan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap RB.
“Dua hari ke depan sudah ada jadwal pemeriksaan oleh penyidik. Kami memiliki kuasa hukum dalam pelaporan ini. Kami berharap aparat penegak hukum memproses LHK secara serius agar tidak mencederai nama baik aktivis dan organisasi kepemudaan. Perilaku seperti ini sangat mencoreng citra gerakan mahasiswa,” tutup Andrinto.
Pewarta: ALF
Media: Centralberitanews1.com
