GPMI Dukung Ridwan Bae, Soroti Aksi Demonstrasi di KPK yang Dianggap Tak Berdasar



Sulawesi Tenggara — Centralberitanews1.com

Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) angkat suara terkait aksi demonstrasi yang menyoroti Ridwan Bae di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menilai aksi tersebut tidak memiliki dasar argumentasi yang kuat dan diduga sarat dengan kepentingan tertentu.

Ketua Umum GPMI, Andrianto, menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan aksi yang dilakukan kelompok demonstran yang menurutnya minim data dan cenderung hanya mencari-cari kesalahan.

 “Kami sangat menyayangkan aksi teman-teman yang, menurut kami, minim data. Setelah kami membaca rilis mereka, terlihat jelas bahwa tudingan itu hanya upaya mencari-cari kesalahan. Demo itu seharusnya berbasis data yang jelas dan akurat. Kami menduga ada motif lain di balik aksi tersebut,” ujar Andrianto.

Ia menambahkan bahwa sosok Ridwan Bae, tokoh politik asal Sulawesi Tenggara, selama ini dikenal memiliki rekam jejak yang bersih, terutama dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur di daerah.

“Kami tahu persis siapa Ridwan Bae. Beliau tokoh Sultra yang punya integritas dan rekam jejak yang baik dalam memperjuangkan pembangunan daerah. Bukan tipikal tokoh yang terseret kepentingan transaksional,” tambahnya.


Dugaan Permintaan Uang: GPMI Minta Kasus Diusut

Situasi semakin mencuat ketika Ridwan Bae sendiri mengungkapkan bahwa sebelum aksi demonstrasi berlangsung, ada pihak tertentu yang meminta sejumlah uang terkait agenda unjuk rasa tersebut.

Pernyataan itu langsung memantik reaksi keras dari GPMI. Menurut mereka, praktik demikian tidak hanya mencederai nilai-nilai gerakan mahasiswa, tetapi juga merusak marwah aktivisme secara keseluruhan.

 “Kami sudah membaca pemberitaan yang beredar. Ridwan menyebut adanya dugaan permintaan uang terkait aksi itu. Jika benar, ini sangat memalukan dan mencoreng nama baik aktivis. Aksi yang seharusnya untuk kepentingan publik malah dijadikan alat kepentingan pribadi,” tegas Andrianto, yang akrab disapa Anto.

GPMI pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ridwan Bae untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam permintaan dana tersebut.

 “Kami mendukung penuh Ridwan Bae untuk melaporkan oknum-oknum itu. Mereka bukan hanya merusak nama baik tokoh kami dari Sultra, tetapi juga menodai perjuangan aktivis yang sejati. Tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.


Seruan Moral untuk Mengembalikan Marwah Aktivisme

GPMI menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus berdiri di atas prinsip integritas, keberpihakan pada kepentingan publik, serta didukung oleh data yang kuat. Jika ada kelompok yang menggunakan atribut aktivisme untuk kepentingan pribadi, GPMI menyebut itu sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai perjuangan.

Dengan polemik ini, GPMI menyerukan agar semua pihak lebih berhati-hati dalam menerima dan mengonsumsi informasi, terutama yang berkaitan dengan tokoh publik dan pembangunan daerah.


Pewarta: ALF

Centralberitanews1.com