GPMI : Yang Demo Sekda Sultra Tidak Punya Dasar, Tidak Sesuai Fakta



Sultra, CentralBeritaNews1.com — Persoalan dugaan korupsi di Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Jakarta kini dinilai semakin jelas. Dalam proses hukum yang berjalan, tidak ditemukan adanya keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra. Para tersangka hanya menyebut nama mantan Gubernur Sultra berinisial AM, tanpa pernah menyebut nama Sekda Sultra AL.

“Sesuai fakta dan keterangan para tersangka, tidak ada keterlibatan Sekda Sultra. Nama Sekda sama sekali tidak disebutkan. Kalau mantan Gubernur AM itu jelas disebut, bahkan ada bukti pembelian pulsa listrik untuk rumah AM di Jakarta. Hal tersebut sudah banyak diberitakan di media, bahwa hanya mantan gubernur yang namanya muncul,” ungkap Ketua Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI).

Ketum GPMI, Andrianto, juga merasa heran dengan aksi sejumlah pihak yang melakukan demonstrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra dan menyeret nama Sekda dalam isu tersebut.

“Kami heran dengan teman-teman yang demo di Kejati Sultra menyebut nama Sekda, sementara fakta yang berkembang para tersangka tidak pernah menyebut Sekda, hanya mantan Gubernur. Lalu atas dasar apa mereka mengaitkan Sekda Sultra?” tegas Andrianto.

GPMI berharap semua pihak menghormati proses hukum yang berjalan tanpa menggiring opini yang tidak berdasar, agar informasi yang diterima publik tetap objektif dan sesuai fakta.


Pewarta: ALF

CentralBeritaNews1.com